Roket3

 

 

4 orang pelajar terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) 2010 di Victorian Space Science Education Center (VSSEC) Melbourne, Australia. Keempat peserta wakil Indonesia ini merupakan para juara dalam Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) yang telah diadakan sebelumnya di Palembang.

Dalam kompetisi roket air internasional ini, para pelajar wakil Indonesia harus bersaing dengan peserta dari berbagai Negara lain. Tidak kurang dari 12 negara turut ambil bagian dalam ajang ini. Kompetisi Roket Internasional sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Acara APRSAF-17.

 

 

 

Kompetisi yang berlangsung selama dua hari ini (20-21/11) dibuka oleh sambutan dari Michael Pakakis (Director VSSEC), Graham Durrant (Director Questacon), dan Prof. Takashi Kubota (JAXA). Serta laporan dari panitia penyelenggara mengenai jumlah peserta dan Negara yang berpartisipasi dalam water rocket event . Selain Indonesia, Negara yang turut mengirimkan wakil mereka antara lain Australia, Cambodia, Colombia, Jepang, Malaysia, Philipines, Peru, Sri Lanka, Singapore, Thailand, Vietnam. 

 

Kegiatan hari pertama diisi dengan kegiatan pembekalan bagi peserta mengenai pengenalan keantariksaan diantaranya  bagaimana bekerja di dalam ruang kendali antariksa, bagaimana bekerja di dalam laboratorium antariksa (mengukur tekanan darah, tes urin, dan sebagainya), simulasi menjadi astrounout yang mendarat di planet mars.


Paralel dengan kegiatan peserta, para pendamping juga diberikan kegiatan workshop seperti Workshop membuat roket air (basic and advance), serta workshop membuat launcher sederhana (basic) dan pengenalan launcher advance. Workshop bagi para pendamping ini merupakan tindak lanjut dari keinginan‐keinginan para pendamping pada water rocket event sebelumnya di Thailand. Kegiatan hari pertama ini ditutup dengan technical meeting kompetisi roket air, serta pembacaan peraturan dan ketentuan kompetisi.

Kompetisi yang dilaksanakan pada hari kedua dimulai kira‐kira pk. 09.30 sampai dengan pk. 12.00 waktu setempat. Peserta membuat minimal dua buah roket dari alat dan bahan yang disediakan. Sementara menunggu peserta membuat roket, para pendamping melakukan kegiatan yang sama dengan kegiatan siswa hari sebelumnya.

Peluncuran roket dimulai setelah makan siang kira‐kira pukul 14.00 di lapangan yang berjarak kurang lebih 500m dari VSSEC. Masing masing peserta diberikan dua kesempatan untuk meluncurkan roket mereka.

Muncul sebagai juara pertama Tatsuya Asagi dari Jepang, dengan perolehan jarak 0.23m. Juaran kedua Muhammad Syqfiq dari Singapore , dengan perolehan jarak 1.93m, dan juara ketiga Jason McGavin dari Australia, dengan perolehan jarak 2.42m.

 

sumber: http://ppiptek.ristek.go.id/media.php?module=detailberita&id=331