Menutup kinerja prestasi pada akhir tahun 2017 ini Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang dilaksanakan dengan menghadiri Malam Penyerahan penghargaan Innovative Goverment Award 2017. Penerimaan Penghargaan tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Magelang didampingi Kepala Balitbang dan Kasubid PHI Balitbang Kota Magelang.

Pemerintah Kota Magelang berdasarkan hasil Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 002.6-8688 tahun 2017 tentang Penetapan Peringkat Pemenang Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif Tahun 2017 berhasil menempati urutan kelima dari 10 (sepuluh) pemenang dengan skor sebanyak 2548. Adapun hasil selengkapnya perolehan peringkat 10 Kota penerima Innovative Goverment Award 2017 sebagai berikut

  1. Kota Surabaya peringkat 1 skor 2690
  2. Kota Tangerang Selatan peringkat 2 skor 2643
  3. Kota Makassar peringkat 3 skor 2617
  4. Kota Bontang peringkat 4 skor 2548
  5. Kota Magelang peringkat 5 skor 2478
  6. Kota Surakarta peringkat 6 skor 2307
  7. Kota Sawahlunto peringkat 7 skor 2285
  8. Kota Probolinggo peringkat 8 skor 2260
  9. Kota Pontianak peringkat 9 skor 2249
  10. Kota Yogyakarta peringkat 10 skor 2199

Keikutsertaan Pemerintah Kota Magelang dalam event nasional Kemdagri ini sejalan dengan visi Kota Magelang, Walikota Magelang memiliki komitmen yang kuat untuk menumbuhkembangkan inovasi sebagai alat untuk mencapai visi Kota Magelang 2016-2021.

a. Komitmen diawali dengan pembentukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang sejak 1 Januari 2017 setelah sebelumnya berbentuk Kantor Penelitiaan Pengembangan dan Statistik sejak tahun 2008.

b. Fungsi kelembagaan litbang yang merupakan satu-satunya Badan Litbang Kota Magelang yang ada di Provinsi Jawa Tengah memberikan peran dalam mengawal dan mendampingi inovasi di Kota Magelang.

Peran litbang kemudian diimplementasikan dalam beberapa kegiatan yang menghasilkan inovasi-inovasi di masyarakat dan Perangkat Daerah.

  1. Pada level masyarakat dilaksanakan Penjaringan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang dimulai sejak tahun 2004, jauh sebelum Peraturan Pemerintah nomor 38 Tahun 2017 dilahirkan.
  2. Sejalan dengan lahirnya PP 38 tahun 2017 pun Bapak Walikota mengajak Perangkat Daerah untuk berinovasi melalui kegiatan Inovasi OPD-BUMD yang digawangi Balitbang Kota Magelang.
  3. Dukungan regulasi pemerintah dilengkapi dengan turunan PP 38 tahun 2017 yang sedang disusun tahun 2017 berupa Raperda Inovasi Daerah.

Implementasi komitmen Kota Magelang diwujudkan dengan kegiatan sinergi dan berkelanjutan seperti

  1. Krenova dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2017 sudah mencapai 359 karya sedangkan Inovasi OPD yang diawali tahun 2017 sudah terinventarisir sebanyak 11 inovasi dan akan terus bertambah di waktu yang akan datang.
  2. Inovasi OPD yang memiliki nilai manfaat pada tahun 2017 sebagai bagian dari pendukung Pemerintah Daerah Inovatif, di kategori Tata Kelola Pemerintahan adalah Smart City dari Bappeda Kota Magelang dan DataGo dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Magelang,
  3. sedangkan yang masuk kategori Pelayanan Publik adalah SIPPUT dan Kampung Organik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Kampung IT dan Krenova dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang, ATCS Audio Announcer dan Cek KIR Online dari Dinas Perhubungan Kota Magelang.
  4. Dalam pelaksanaan Krenova, masyarakat melakukan inisiasi dengan membentuk Kampung IT untuk mengedukasi masyarakat agar melek IT yang kemudian oleh Balitbang dilakukan pendampingan agar program dan kegiatannya berjalan dan ke depan mampu direplikasikan di wilayah lain di Kota Magelang. Hasil positif yang dilakukan oleh Kampung IT adalah pelatihan robotik untuk anak-anak, pelatihan blogger untuk ibu-ibu, yang berwujud produk meliputi sepatunanetra, alat ukur kesuburan tanah, kentongan digital.

Inovasi di masyarakat dan OPD memberikan media konsiten, positif dan berkelanjutan dalam mewarnai pembangunan di Kota Magelang, hal ini juga berdampak pada bergeraknya indikator ekonomi daerah ke arah yang lebih baik, berdasar data inikator ekonomi tahun 2011 – 2015 hasil yang dicapai :

  1. Pertumbuhan Ekonomi rata-rata di posisi 6%,
  2. Indeks pembangunan manusia rata-rata di angka 75,39 dan
  3. Penurunan tingkat kemiskinan rata-rata per tahun sebesar 0,4%.