Bertempat di Gor Jetayu Kota Pekalongan, pada Jumat tanggal 15 September 2017, Bapak Walikota Magelang menerima Penghargaan sebagai Kepala Daerah Pelopor Inovasi. Penghargaan tersebut diberikan kepada Walikota Magelang karena komitmen dalam pengembangan Litbang dan Penguatan Inovasi. Penghargaan ini merupakan penghargaan yang diberikan pertama kali dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Kabupaten Kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2017 Bapak Walkota Magelang mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Daerah Pelopor Inovasi bersama dengan 3 (tiga) kepala daerah lainnya.

Penyerahan Penghargaan disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah didampingi Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti dalam pembukaan Pameran Produk Inovasi Tahun 2017. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula penghargaan kepada 2 (dua) karya unggulan dari Kota Magelang, Umbaran Lipat dan Sepatunanetra. Selain Pameran Produk Inovasi ini diselenggarakan pula kegiatan Workshop Pengembangan Klaster UMKM, Pelatihan IPTEK, Business Link & Match dan Lomba – lomba : Drag Race l Cosplay l Robotik l Mewarnai Roket Air l Kontes Mobil l Animasi Kreatif Olahan Pangan Inovatif l Seni Kreativitas Inovatif.

Pameran yang berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 17 September 2017 ini selain Pemerintah Kota Magelang yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang, peserta juga berasal dari Pemerintah Pusat, OPD Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah, Perusahaan – perusahaan BUMN dan swasta, Lembaga – lembaga Swasta, Klaster – klaster UMKM, Perguruan Tiggi dan SMK, Lembaga Penelitian dan Industri Kreatif.

Dalam Pameran ini Balitbang menampilkan beberapa hasil krenova masyarakat meliputi :

  1. Umbaran Lipat karya Sam Wahyono dari Rejo Selatan, media untuk mengumbar burung lomba yang bisa dipasang dan dilipat berfungsi sebagai sarana untuk lomba burung berkicau.
  2. Toyotro aji, karya Suroso dari Gelangan, cairan pelarut untuk membersihkan perhiasan yang komposisinya berasal dari bahan limbah namun mampu menghasilkan proses pembersihan yang maksimal dan berbiaya murah.
  3. Energi mandiri karya Sugiyatno – jl. A. Yani, merupakan tata letak sirkuit terpada dengan memanfaatkan solar cell yang relatif kecil namun mampu memproduksi energi terbarukan yang sangat bermafaat bagi daerah yang belum dan sulit dijangkau listrik.
  4. Miniatur Militer karya Adi Maradona – Gelangan produk kreatif dari Limbah barang bekas, merupakan model kreatif peralatan militer yang menggabungkan limbah barang bekas tanpa merubah karakter limbah bahan bekasnya.
  5. Lampu Stik Es karya Abdul Rochman – Meteseh Tengah, karya kreatif berupa perhiasan ruang dengan menggunakan stik es cream yang ditata dengan apik dan kreatif sehingga membentuk hiasan yang memiliki nilai ekonomi.
  6. Otonom SolarCell karya Chamim Susanto, Patra dari Boton Kopen, karya inovasi proses menyerap sinar matahari dengan model inovasi mengikuti pergerakan otomatis dari sinar matahari.

Dalam kesempatan itu, pada tanggal 14 September 2017 Balitbang bersama Bappeda Kota Magelang juga menghadiri Rembugan Kepala Bappeda Kab Kota Se Jawa Tengah, acara dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah dengan mengusung rembugan tentang isu-isu strategis di Provinsi Jawa Tengah. Rembugan ini merupakan rembugan kali kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada bulan April.

Rangkaian acara yang diikuti Balitbang Kota Magelang adalah menghadari Seminar Nasional Bekraf yang dilaksanakan tanggal 15 September 2017 di salah satu hotel di Pekalongan. Acara ini menghadirkan para pelaku ekonomi kreatif dimana narasumbernya berasal dari para deputi di Bekraf dan Gubernur Jawa Tengah.


Add comment


Security code
Refresh