Menteri PANRB Asman Abnur meninjau booth pameran Smart City di Bandung, Jumat (02/09)

 

BANDUNG - Konsep “Smart City” atau Kota Pintar dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi infromasi, konsep ini harus didukung aparatur sipil negara (ASN) yang modern.

Untuk itu, pemerintah perlu memperbaiki kualitas ASN. "Kita memiliki 60% pegawai yang hanya punya keterampilan sebagai administrator. Sisanya baru memiliki keahlian tertentu," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur saat memberikan arahan di acara Indonesia Smart City Forum (ISCF), Bandung, Kamis (02/09).

Seperti pesan Presiden Joko Widodo, Bandung dan beberapa daerah sudah menerapkan e-government. Sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) ini mendukung adanya smart city. Konsep smart city kini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia dan  menjadi impian semua kota-kota besar di Indonesia. Dengan adanya ISCF, mendorong pemda untuk menerapkan konsep tersebut.

Beberapa kepala daerah melakukan penandatanganan MoU untuk mengikat komitmen pimpinan dalam mengimplementasikan konsep smart city. Menteri Asman berpesan bahwa kunci sukses pengembangan TIK melalui penerapan SPBE terletak pada komitmen pimpinan. "Tanpa political will, sulit sekali menerapkan TIK dalam pelayanan publik," tegasnya.

Kedepannya, Menteri Asman akan menjadikan forum ini  forum nasional yang tiap tahunnya akan diadakan. "Kita wajibkan kepada seluruh kabupaten/kota mengikutinya. Karena ini adalah forum belajar yang paling praktis. Daerah-daerah yang sudah menerapkan smart city bisa di copy paste oleh daerah lain," imbuhnya.

Dengan mudahnya akses untuk mengimplementasikan aplikasi-aplikasi pemerintah berbasis elektronik dan dengan biaya yang relatif terjangkau untuk para Pemerintah Daerah untuk menerapkannya, Menteri Asman menegaskan agar para pemimpin daerah tidak lagi melakukan studi banding yang memboroskan anggaran perjalanan ke kota-kota smart city, melainkan sudah harus menjalankan studi tiru, agar pemda dapat langsung menggunakan aplikasi-aplikasi unggulan smart city yang menjadi inovasi para kab/kota role model smart city. (rr/ajg/HUMAS MENPANRB)

 

Sumber: http://www.menpan.go.id/berita-terkini/5577-tak-perlu-study-banding-terapkan-smart-city-bisa-copy-paste

 


Add comment


Security code
Refresh