Dua tim Mahasiswa IPB mengembangkan produk pangan untuk ibu hamil dalam rangka mengikuti kompetisi Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) di Amerika Serikat.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi finalis Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists (IFT) Student Association di Chicago, Amerika Serikat.

Sesuai tema DSDC-IFTSA tahun ini, mereka mengembangan produk pangan baru untuk meningkatkan asupan kalsium bagi ibu hamil di Negara Timur Tengah dan Afrika Utara. 

Kedua tim mahasiswa IPB, yaitu tim Sun Ami dan Crave. Tim Sun Ami yang beranggotakan Cynthia Andriani, Michael Liong, dan Saiful Pratama membuat produk Nutrition Flatbread untuk ibu hamil di Sudan Selatan. Sementara itu, tim Crave yang beranggotakan Lidwina Monica, Eric Prasetya, dan Faradis Rahmawati membuat produk Rich Calcium Vegetable Cream Soup untuk ibu hamil di Mesir.

Rich Calcium Vegetable Cream Soup dibuat dengan campuran bahan baku bayam, okra, milk powder, dan tepung sorgum. "Bayam itu tinggi kalsium, serat, folat, vitamin A, K, dan C. Okra juga tinggi kalsium," terang salah satu anggota tim Crave, Lidwina dalam media briefing bersama Nutrifood di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Lidwina menjelaskan, kalsium merupakan salah satu komponen penting untuk ibu hamil. Dengan konsumsi krim sup sayuran ini, kebutuhan kalsium ibu hamil dapat terpenuhi.

Tim Crave memilih produk pangan untuk Mesir karena di negara tersebut kasus kematian ibu dan bayi cukup tinggi. Salah satunya karena malnutrisi.

Anggota Sun Ami, Saiful mengungkapkan, mereka memilih Sudan karena negara ini termasuk negara dengan kematian ibu hamil tertinggi di dunia. Kematian ibu hamil itu antara lain akibat tradisi pernikahan dini, yaitu usia 15-19 tahun mencapai 48 persen dan kekurangan nutrisi. Untuk produk pangan yang dikembangkan tim Sun Ami, bahan baku yang dipakai terdiri dari kacang tanah, daun kelor, gandum, susu sapi, gula, garam, dan baking powder untuk membuat Flatbread.

"Daun kelor itu kalsiumnya tinggi, bahkan 12 kali lebih tinggi kalsiumnya dibandung susu. Daun kelor juga membantu penyerapan kalsium," jelas Saiful.

Dalam pemgembangan bahan pangan ini, kedua tim menyesuaikan dengan bahan baku yang memang mudah didapat di negara tersebut. Kedua tim juga telah menguji sampel produk mereka kepada warga Afrika.

"Kita minta tolong mahasiswa dari Afrika yang lagi kuliah di IPB untuk mencoba. Dia bilang, rasanya sesuai sih seperti di negaranya," kata anggota Sun Ami, Eric.

Kedua inovasi pangan itu membawa mereka sebagai dua dari enam finalis yang berkesempatan mempresentasikan produknya di Chicago, Amerika Serikat pada 16-18 Juli lalu.

Mereka bersaing dengan 3 tim dari Amerika Serikat (Cal Poly San Luis Obispo, McGill University, dan Rutgers University), dan 1 tim dari Costa Rica (Universidad de Costa Rica).

Dosen pembimbing kedua tim IPB, Dr. Ir. Adil Basuki Ahza M.Sc, menambahkan, ajang DSDC ini bertujuan untuk menggali konsep dan pemikiran mahasiswa terhadap permasalahan pangan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang.

Dalam kompetisi tahun ini, kedua tim memang tidak keluar sebagai pemenang. Mereka pun meraih Honorabe Mention yang terpilih dari 56 tim di 11 negara.

 

Penulis : Dian Maharani

Editor : Lusia Kus Anna

Sumber : Kompas


Add comment


Security code
Refresh