Aula Badan Penelitian dan Pengembangan menjadi lokasi pelaksanaan Magelang Workshop Bisnis Inovatif tahun 2017 selama dua hari, 23-24 Agustus 2017. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Perjanjian Kerjasama yang dilaksanakan oleh Puspiptek dengan Pemerintah Kota Magelang.

Ibu Wakil Walikota Magelang, dalam sambutannya sekaligus meresmikan acara ini memberikan apresiasi kepada Puspiptek Serpong atas prakarsa kegiatan Magelang Workshop Bisnis Inovatif tahun 2017. Pemerintah telah mengamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dalam pasal 385 sampai dengan pasal 387. Pemerintah memiliki tanggung jawab bersama dengan stakeholder terkait dalam mengawal inovasi daerah, termasuk di Kota Magelang yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang. Melalui ajang ini diharapkan tercipta wahana ekspresi, apresiasi dan kreasi untuk mengawal ide konsep bisnis dan inovasi yang bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Selanjutnya Ibu Kepala Puspiptek  -  Dr. Ir. Sri Setawati, MA, dalam sambutannya memberikan penekanan terhadap arti pentingnya inovasi dalam mengembangkan bisnis yang dijalani para peserta, juga jutaan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia termasuk di Kota Magelang, sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki kesempatan yang terbuka dan luas dalam mengembangkan bersama kreativitas dan inovasi. Selanjutnya perlu mengedepankan patriotisme dalam diri para pelaku bisnis inovatif sehingga mampu menjadi bangsa yang bangga terhadap karya sendiri, perlunya merubah pola pikir negatif menjadi positif dalam mewarnai/mengisi definisi dari kata “Merdeka” serta memberikan dorongan kepada peserta bahwa mengejar sukses melalui proses yang kadang menemui kegagalan namun harus tetap gigih dalam mencapai kesuksesan tersebut.

 

Tujuan dari kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di tataran Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah ini adalah untuk :

  • Menumbuhkembangkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) dikalangan para inventor dan innovator dari masyarakat pelaku usaha di Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang.
  • Menggali potensi bisnis dan inovasi dari Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang.
  • Memberikan gambaran mengenai peranan teknologi dalam pengembangan usaha dan peningkatan daya saing usaha.
  • Mensosialisasikan peranan Kota Magelang, Provinsi Pemerintah Jawa Tengah dan TBI Center Puspiptek dalam menumbuh kembangkan usaha pemula berbasis teknologi maupun UKM Inovatif.
  • Menyeleksi calon tenant potensial untuk di inkubasi di Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang.

 

Event ini menghadirkan Pembicara yang sudah memiliki pengalaman yang lama dalam mendorong para tenant untuk mampu berkompetisi, diantaranya adalah Direktur Pusat Teknoprener & Klaster Indusdri-BPPT (Dr. Dudi Iskandar M.For.Sc), Kepala Balitbang Kota Magelang - (Drs. Arif Barata Sakti,MT.), Kabidang Kerjasama dan Bisnis Teknologi PUSPIPTEK -  (Dadan Nugraha MT), CEO Marketing Kulaku Production Magelang (Sembodo Malik), Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) – OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY (Hans Ori Lewi Naryo, SE), Pusat Teknoprener dan Klaster Indusdri-BPPT (Drs. Priyono, M.E), Technology Business Incubation Center (TBIC) Puspiptek (Edy Margana S.Sos) dengan Moderator : Andjar Prasetyo, Peneliti Muda Balitbang Kota Magelang.

 

Peserta Magelang Technoprenercamp 2017 sampai dengan penjaringan dan seleksi tanggal 20 Agustus 2017 diperoleh peserta sebanyak 100 orang dengan perincian Laki-laki sebanyak 61 orang dan perempuan sebanyak 39 orang. Kategori terbagi menjadi 3 kategori yaitu lulusan krenova sebanyak 21 peserta, startup sebanyak 51 peserta dan calon mentoring sebanyak 28 peserta. Asal peserta dari Kota Magelang sebanyak 79 orang, Kabupaten Temanggung sebanyak 16 orang, Kabupaten Magelang sebanyak 4 orang dan 1 orang dari Kabupaten Kebumen. Tingkat pendidikan Tamat SMP sebanyak 5 orang, Tamat SMA sebanyak 44 orang, tamat D3 sebanyak 13 orang dan Tamat S1/S2 sebanyak 38 orang. Pekerjaan para peserta terbagi menjadi 4 kelompok, Mahasiswa sebanyak 9 orang, Karyawan Swasta sebanyak 20 orang, PNS sebanyak 23 orang dan Wiraswasta sebanyak 48 orang.

Selama dua hari sejak 23-24 Agustus 2017 peserta dibekali dengan berbagai materi yang sangat bermanfaat dalam menyusun proposal bisnis, adapun materi yang diberikan meliputi Program Inkubasi Produk BerbasisTeknologi, Komersialisasi Produk Berbasis Teknologi, Kisah Sukses Pengusaha local, Pengenalan OJK dan Peran OJK dalam mendukung UMKM, Strategi Pengembangan Kreativitas dan Inovasi di Kota Magelang, Penyusunan Rencana Bisnis Inovatif (Bisnis Plan), Model Bisnis Kanvas, Pengembangan Bisnis kanvas bagi Pelaku Technopreneur, Briefing dan Groupping Bisnis Plan.

Add comment


Security code
Refresh