Apeksi

 

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) melalui kegiatan Best Practices melihat Kota Magelang sebagai Kota yang memiliki program yang bisa dikembangkan di Kota lain di Indonesia oleh sebab itu APEKSI bermaksud mendokumentasikan Program Daerah Cerdas Iptek dan Program Menerapkan Komponen IPTEK dalam Sistem Daerah. Materi yang diminta APEKSI meliputi: cara/strategi Pemerintah Kota Magelang melakukan penjaringan peserta/masyarakat yang memiliki inovasi atau temuan-temuan dibidang Ristek, keberlanjutan temuan masyarakat tersebut, masih berlangsung dan bermanfaat bagi masyarakat pengguna, dukungan Pemerintah Kota Magelang bagi keberlajutan masyarakat yang sudah melakukan inovasi atau temuan di bidang ristek.

 

Setelah dilakukan seleksi dan diskusi maka diputuskan bahwa untuk Best Practise Edisi VII tahun 2011, Profil pemerintah kota yang masuk ada 6 (enam) daerah yaitu: Profil Kota Magelang dengan best practise Krenova Kota Magelang Ajang kompetisi Iptek warga Gunung Tidar. Profil tersebut disajikan dalam bentuk buku dengan bilingual yang dikirimkan kepada seluruh anggota APEKSI dan Lembaga Donor ( GTZ, US AID, Asia Foundation).

 

Penyerahan Buku Best Practices Jilid VII secara simbolis kepada Pemerintah Kota diterima oleh Walikota Magelang, yang diwakili oleh Drs. Arif Barata Sakti, MT, Kepala Kantor Litbang dan Statistik Kota Magelang, pada Hari Rabu, Tanggal 7 Maret 2012, bertempat di The Bridge Function Room, Hotel Aston Rasuna (Komplek Rasuna Epicentrum – Kuningan) Jl. Taman Rasuna Selatan, Kuningan, Jkt. Sel.

 

Maksud dari diterbitkannya Best Practise tersebut adalah untuk mengangkat cerita terbaik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dalam proses membangun motivasi baik bagi Pemerintah Kota tersebut maupun pemerintah kota yang lain.Best Practices tersebut didasarkan pada Inisiatif-inisiatif yang sudah berlangsung selama minimal 2 tahun, lahir dari pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terbukti berkelanjutan dari aspek kebijakan, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan serta dapat ditularkan ke daerah lain yang dilandasi dengan Komitmen pimpinan (eksekutif dan legislatif), Pengorganisasian yang baik, adanya Legalitas kebijakan, ketersediaan Sumberdaya, pemberian Sistem insentif, Dukungan pihak ketiga dan Kerjasama dengan kota model

 

 Pendokumentasian Best Practice adalah untuk Penyediaan informasi tentang program-program inovasi terbaik, yang bisa dipergunakan sebagai Contoh/motivasi bagi dinas-dinas/Pemda lain, sehingga memudahkan kota/Kabupaten untuk saling bertukar pengalaman, sebagai media untuk membuktikan keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah dan Sarana untuk memberi reward bagi kota/ kabupaten kota yang melakukan inovasi yang bisa juga dipergunakan untuk Materi Pembanding/data awal LPJ serta untuk Bahan evaluasi dan perencanaan mendatang.

 

 Best Practice APEKSI dilaksanakan dalam 5 tahapan, meliputi :

  1. Pengumpulan praktik-praktik terbaik kota-kota Indonesia
  2. Pembahasan secara internal praktik-praktik yang layak menjadi BP
  3. Verifikasi lapangan
  4. Proses penulisan BP menjadi buku
  5. Pencetakan dan pendistribusian

setelah terbit maka diharapkan mampu menimbulkan proses transfer yaitu Proses menularkan praktik kepada daerah lain, baik melalui forum seperti workshop (kolosal) maupun secara kunjungan khusus kepada daerah peminat oleh daerah model dan replikasi yaitu Proses mengimplementasikan praktik yang dipelajari/ ditransfer dari daerah model sesuai dengan kebutuhan dan sumberdaya daerah tersebut

 

Diharapkan Pemerintah kota bisa memberikan informasi yang bisa dimasukan ke dalam Best Practices sehingga bisa memberikan manfaat / kontribusi. Kontribusi Dokumentasi Best Practice kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah, yaitu:

  1. Sebagai media promosi kota model kepada seluruh pihak
  2. Sebagai motivator bagi kota lain dalam upaya pelaksanaan pembangunan
  3. Sebagai wujud penghargaan atas prestasi kota model dalam dunia informasi/publikasi
  4. Sebagai bahan rujukan/rekomendasi atas suatu kajian kebijakan pemerintah
  5. Sebagai data base untuk proses penjaringan penghargaan seperti IMP, MDGs Award, Majalah Tempo, Majalah SWA

 

Dalam acara launching buku tersebut, dihadiri oleh pemerintah kota yang masuk dalam best practices (Walikota Pekalongan, Wakil Walikota Banda Aceh, Kepala Badan Pemberdayaan Surakarta, juga dihadiri oleh lembaga donor internasional seperti Asia Foundation, US AIDS, GTZ dan pemerintah kota anggota APEKSI.

 

Acara ditutup dengan pemberian Hibah Buku (Books For Asia) senilai ± 10.000 USD dari Asia Foundations dan Kota Magelang juga mendapatkan hibah tersebut.

 

>>redaksi<<

Add comment


Security code
Refresh