Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Angkatan 1 tahun 2018 yang tergabung dalam Kelompok III dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan, Badan Diklat Kejaksaan RI - Jakarta, melakukan benchmarking ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang, pada Kamis, 26 April 2018. Tim yang didampingi Widyaiswara Hj. Ratna Nurul Afifah, SH, MH dan M. Rido Yantata Ritonga, SH, MH. Peserta yang terdiri dari :

  1. Okto Rikardo, SH, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah
  2. Otto Sompotan, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Bali
  3. Porman Patuan Radot, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara
  4. Pudiastuti Citra Adi, SH, MH, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
  5. Revanda Sitepu, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan
  6. Setiyowati, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur
  7. Shirley Manutede, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur
  8. Syahrul Juaksha Subuki, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Jambi
  9. Tengku Firdaus, SH, MH, Kejaksaan Tinggi Lampung
  10. Wahyu Triantono, SH, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

Benchmarking di Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang ditemui secara langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang beserta jajarannya. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang menyampaikan paparan tentang berbagai inovasi yang telah dan sedang dilakukan di Pemerintah Kota Magelang.

Kegiatan unggulan yang dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2018 yaitu Penjaringan dan Penyelenggaraan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat, sudah menghasilkan para inovator masyarakat yang menjadikan Kota Magelang sebagai rujukan inovasi di Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang merupakan satu-satunya lembaga litbang di Provinsi Jawa Tengah, hal ini menunjukan komitmen Walikota Magelang dalam mendorong kelitbangan sebagai think thank proses penyelenggaraan pemerintahan.

Interaksi peserta nampak aktif, dalam diskusi setelah paparan dengan menanyakan bagaimana interaksi inovasi dari sisi eksternal yang telah dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang. Disamping itu juga ditanyakan inovasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Magelang yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja yang paling banyak manfaatnya, kendala atau hambatan yang dihadapi pada waktu inovasi dilakukan, serta latar belakang adanya perubahan dari Balitbang.

Kiat-kiat dalam melewati dari zona nyaman sehingga mampu mendukung perubahan baik dari sisi SDM internal Balitbang dan kegiatan yang ada di Balitbang.

Hal lain yang direspon peserta adalah keberadaan Balitbang di Kota Magelang yang umumnya digabungkan dengan lembaga perencanaan di daerah tersebut. Inilah sebagai lembaga yang bisa menciptakan inovasi, dua arah yang difokuskan mengkoordinir terciptanya inovasi di masyarakat dan organisasi. Tindak lanjut inovasi masyarakat yang menjadi instrumen untuk meningkatkan daerah menjadi memiliki daya saing.

Bagaimana Penyusunan inovasi, berkaitan dengan praktik yang telah dilakukan di Balitbang Kota Magelang, kiat-kiat yang dilaksanakan dalam jangka panjang supaya berhasil. Inovasi di Balitbang apakah pernah mencari tahu kepada masyarakat tentang pengetahuan mereka tentang Balitbang. Pengaruh Inovasi terhadap PAD apakah memiliki nilai tambah dalam pengembangan secara luas.

Add comment


Security code
Refresh