Oleh : Rina Ambarwati, SE[2]

 

Sungguh sangat prihartin, ketika membaca berbagai informasi bahwa persoalan sampah tidak lagi menjadi masalah Kota-kota besar, namun telah merambah daerah-daerah kecil bahkan pinggiran. Kurang sadarnya masyarakat akan sampah hasil produksinya sendiri membuat rasa takut akan terjadinya kerusakan lingkungan dan banjir kian membayang, apalagi bila membayangkan berapa jumlah sampah yang dihasilkan ketika selesai rapat di kantor.

Beruntung sesuai arahan pimpinan bahwa perlu upaya mengurangi sampah mulai dari kantor kami. Tidak bisa dibayangkan apabila dalam sehari terjadwal 2 (dua) kali rapat dengan peserta 40an orang, sudah 80 dos snack yang harus antre masuk tempat sampah. Apabila dalam satu minggu (5 hari kerja) terdapat 3 hari yang full rapat, maka 240 dos bekas yang harus dibuang, belum lagi jika 1 dos dihargai Rp 500,- (lima ratus rupiah) maka 240 dos tersebut setara dengan Rp 120 ribu terbuang percuma.

Upaya mengurangi meniadakan dos ini memang menimbulkan pekerjaan lain yaitu mencuci piring, namun pegorbanan yang dikeluarkan sekiranya tidaklah sebesar jika snack dikemas dalam dos.

Kebijakan tersebut pada awalnya dikeluhkan peserta rapat yang tidak sempat menikmati snack kesulitan membawa pulang, namun langkah yang diambil adalah disediakan kantung yang lebih sederhana dan murah bagi yang membutuhkan. Seiring berjalannya waktu, tidak ada lagi keluhan bagi peserta rapat.

Namun sayang sekali terkadang masih dijumpai beberapa orang yang lupa memesan snank tanpa kardus, sehingga untuk sebuah performance seakan-akan telah mendukung peniadaan dos, snack yang telah dipesan dalam dos-dos kecil dibongkar kembali.

Semoga kebijakan ini akan berlanjut dan diikuti oleh semua pihak sehingga produksi sampah Kota Magelang dapat turun signifikan, kualitas lingkungan lebih terjaga, hidup menjadi lebih nyaman dan sehat.

 

 

 



[1] Ditulis dari pengalaman penerapan kebijakan peniadaan dos snack rapat di kantor penelitian, pengembangan dan statistik Kota Magelang

[2] Staf seksi Litbang Ekonomi Sosial pada Kantor Penelitian, Pengembangan dan Statistik Kota Magelang

Add comment


Security code
Refresh